jumat sore yang gelap…
hujan lebat mewarnai akhir dari hari kerja yang muram, suram, dan tak berwarna, seperti layar mainframe yang hanya hijau dan hitam. semoga setelah hujan menyapu duri-duri di jalan, asap dan debu yang sesakkan paru-paru, dunia akan kembali cerah…dan tak kan lelah aku menanti, tak kan hilang cintaku ini, hingga saat hidupku kembali seperti yang aku tau.
biasanya si abis ujan lebat gini, jalanan akan menggila, macet dimana-mana..ntah apa korelasinya, hujan air bisa jadi macet mobil..well, mungkin satu penjelasan yang masuk akal adalah orang2 yang keluar bersama-sama setelah tetes terakhir dari langit.
satu-per-satu sahabat telah terjun menempuh macetnya jakarta malam ini menuju tempat peraduan, tempat yang sudah seharusnya menjadi tempat istirahat, memejam mata, menutup hari.
sambil dengerin lagu2 lama-nya peterpan, menanti-nya datang kembali dari pergulatan dunia mencari gemerincing rupiah tuk tutupi bon-bon yang mulai menggila ini…ngantuk dan lelah, dan hanya ada sepi disini, tiara telah bersiap pulang, adit dan dono telah lebih dulu memencet tombol lift ber-angka 1.
walau hujan telah berhenti, namun derap hati masih belum menentu, kabut tanya dan gundah begitu tebal menutupi jarak pandang..semoga matahari esok kan ramah padaku…amiiin